0

Kalimat Tunggal dan Majemuk

Posted by Alinda on 8:32 AM in
Berdasarkan jumlah klausanya, kalimat dibedakan menjadi dua macam: kalimat tunggal dan kalimat majemuk.
A.Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal disebut juga kalimat simpleks. Kalimat tunggal terdiri atas satu klausa. Klausa sendiri merupakan bakal kalimat yg susunannya terdiri atas subjek dan predikat.
Contoh: Arya terjatuh dari sepeda.
Kalimat tersebut memiliki sebuah subjek dan predikat sehingga disebut kalimat tunggal.

B. Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk disebut juga sebagai kalimat kompleks. Kalimat majemuk memiliki klausa lebih dari satu. Contoh:
klausa 1: kami belajar
klausa 2: kami ingin mendapatkan nilai bagus.
Kedua klausa tersebut dapat dijadikan satu menjadi kalimat majemuk dengan cara menambahkan konjungsi (kata hubung).
Kami belajar karena ingin mendapatkan nilai bagus.

Kalimat majemuk dibagi menjadi tiga macam.
1. Kalimat Majemuk Setara/Koordiatif
Kalimat majemuk setara memiliki klausa yang kedudukannya setara. Konjungsi yang digunakan dalam kalimat ini letaknya selalu di antara dua klausa (di tengah).
Contoh: Dia tidak bisa membaca dan menulis.
Konjungsi yang digunakan dalam kalimat majemuk setara adalah sebagai berikut.
a. Penjumlahan/gabungan: dan, serta
b. Pilihan: atau
c. Penegasan: bahkan, apalagi
d. Lanjutan: lalu, kemudian
e. Pertentangan: sedangkan, tetapi, melainkan
Penulisan konjungsi pada kalimat majemuk setara tidak didahului tanda koma kecuali dan (jika rincian lebih dari dua), sedangkan, tetapi, melainkan.
Contoh:
Ana menangis, bahkan tidak mau makan. (salah)
Ana menangis bahkan tidak mau makan. (benar)
Rara sedang tidur, sedangkan Laila bermain di taman. (benar)

Selain itu, konjungsi pada kalimat majemuk setara bisa diganti dengan tanda titik koma.
Contoh: Rara sedang tidur; Laila bermain di taman.

2. Kalimat Majemuk Bertingkat/Subordinatif
Kedudukan klausa pada kalimat majemuk bertingkat tidak sama. Terdapat dua komponan, yaitu induk kalimat (inti) dan anak kalimat (penjelas). Letak induk kalimat bisa di depan atau di belakang anak kalimat. Perhatikan contoh berikut.
klausa 1: Alya tidak berangkat sekolah. (induk kalimat)
klausa 2: Alya sakit. (anak kalimat)
* Alya tidak berangkat sekolah karena sakit.
* Karena sakit, Alya tidak berangkat sekolah.
Lalu bagaimana cara membedakan induk kalimat dan anak kalimat?
Induk kalimat merupakan inti kalimat yang minimal terdiri atas subjek dan predikat. Anak kalimat merupakan klausa penjelas yang tidak dapat berdiri sendiri. Karena kedudukannya sebagai keterangan, anak kalimat di awali dengan konjungsi. Ketika anak kalimat di depan induk kalimat, jangan lupa menambahkan tanda koma sebelum induk kalimat.

anak kalimat______, induk kalimat______
induk kalimat________ anak kalimat_____

Konjungsi yang digunakan pada kalimat majemuk bertingkat adalah sebagai berikut.
a. waktu: sejak, sebelum, ketika, saat
b. tujuan: agar, supaya, demi, untuk
c. sebab: karena, sebab
d. akibat: sehingga, akibatnya
e. penjelas: yang, bahwa
f. perlawanan: meskipun, walaupun
g. perbandingan: seperti, bagaikan
h. syarat: jika, asalkan

3. Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat ini merupakan perpaduan kalimat majemuk setara dan bertingkat. 
Contoh:
Ketika berlibur di Bandung, kami mengunjungi Gunung Tangkuban Perahu dan Kawah Putih.

Demikian penjelasan kalimat majemuk setara dan bertingkat. Semoga bermanfaat.

|

0 Comments

Post a Comment

Copyright © 2009 Alunan Tinta Biru All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.