0

Kritik Sastra


PENERAPAN PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA PADA NOVEL “ATAP” KARYA FIRA BASUKI

Atap adalah novel penutup dari serangkaian trilogi novel karya Fira Basuki. Dua karya lainnya adalah “Jendela-Jendela” dan “Pintu”. Pada kedua novel tersebut Fira Basuki menceitakan kehidupan para tokoh yaitu June Larasati Subagio (June) dan Djati Suryo Wibowo Subagio (Bowo). Dalam novel “Atap” ini, Fira Basuki menyelesaikan petualangan June dan Bowo dalam mengarungi hidup.
Berbeda dengan novel sebelumnya, Fira Basuki membuat cerita novel ini adalah cerita para tokohnya sehingga alurnya menjadi maju-mundur mengikuti cerita para tokohnya. Pembaca seperti ditarik ke dalam novel sebelumnya.
June dalam novel Pintu sempat mengalami beberapa masalah terhadap hubungannya dengan suaminya, Jigme. June merasa bersalah dengan suaminya karena telah selingkuh dengan teman baik Jigme, yaitu Dean. Perbuatannya itu membuat hubungan persahabatan Jigme menjadi renggang. Beruntung Jigme mau memaafkan kesalahan June itu.
Tak hanya masalah keluarga, dalam novel Atap ini diceritakan pula bahwa June mengalami masalah pada pekerjaannya. June terpaksa berhenti dari pekerjaannya di sebuah radio di Singapura karena tidak lagi menjadi pegawai tetap. Dia merasa stress dan malu pada Jigme karena tidak mampu membantu keuangan keluarga kecil mereka. Akhirnya June memutuskan untuk berlibur ke Amerika Serikat tempat kuliahnya dulu untuk menghilangkan kepenatannya.
June merasa senang saat kembali ke Pitssburg, tempat kuliahnya dulu. Di sana ia mengenang masa-masa kuliahnya. Tanpa disangka, Alice mengingatkan June kepada Aji Saka, mantan kekasihnya. Alice mendorong June agar bertemu kembali dengan Aji Saka. Benar saja, akhirnya June mencari Aji Saka hingga mereka pun bertemu di kota Boulder.
Aji Saka mempersembahkan motel miliknya pada June. Di motel miliknya, June menghabiskan liburannya bersama Aji Saka. June sadar bahwa ia masih mencintai Aji Saka. Apalagi ketika Aji Saka telah berubah baik kepadanya dan memperlakukan June seperti seorang putri. June sadar bahwa ia sekarang telah bersuami. Apalagi ketika Jane mengingatkan June tentang Jigme. June akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan Aji Saka untuk selamanya
Kehidupan Bowo sendiri setelah menikah dengan Aida juga diwarnai kehidupan yang berliku-liku. Pada novel Pintu, Bowo diceritakan telah terkena kasus berkenaan pekerjaannya sebagai hackers untuk mafia Italia. Setelah bebas, Bowo pulang ke tanah air dan membuat perusahaan sendiri dalam bidang komputer.
Bowo bertemu lagi dengan putri saat ia menjalin kerja sama dengan perusahaan lain. Pertemuan itu membuat Bowo semakin yakin bahwa ia masih mencintai Putri. Apalagi ketika ia tahu bahwa Putri mengidap menyakit kanker rahim. Bowo melakukan berbagai macam cara untuk menyembuhkan Putri.
Aida mencium perubahan sikap suaminya itu. Bowo menjelaskan pada Aida tentang masa  lalunya bersama Putri. Bowo juga minta izin pada Aida untuk menikah lagi dengan Putrid an Aida pun mengizinkannya. Putri akhirnya menikah dengan Bowo sebagai istri yang kedua.
Pada saat Bowo rajin menemani dan merawat Putri dengan telaten, Aida berselingkuh dengan Azri Mahkota, seorang pejabat negara. Hal ini tidak dapat dimaafkan Bowo sehingga ia termaksa menceraikan Aida demi nama baik keluarga.
Jeliteng datang disaat Bowo sedang gelisah. Ia membawa kabar berita baik bahwa ratu kidul akan mengirimkan doa untuk kesembuhan Putri. Hingga akhirnya Putri sembuh dan memiliki keturunan.
Di akhir cerita, June mengetahui bahwa Mr. X yang selalu mengiriminya puisi saat masih bekerja di radio adalah Ariel Sahi, teman dekatnya waktu itu. Ariel mengagumi June tapi tidak berani untuk menyatakannya. June hanya menganggap Ariel sebagai pengagum rahasianya. Ia telah berjanji untuk setia pada Jigme. June akhirnya dikaruniai anak perempuan dan Bowo dengan Putri dikaruniai anak laki-laki. Mereka pun bahagia setelah anak-anak mereka datang membawa kebahagiaan tersendiri.
Secara keseluruhan, ketiga novel karya Fira Basuki ini mudah untuk dicerna. Fira Basuki tidak menggunakan bahasa yang sulit sehingga ceritanya terasa begitu mengalir. Fira tampak lancar dalam mengungkapkan gagasan dan pikirannya. Fira juga melakukan riset terhadap berbagai ilmu yang ada dalam ceritanya, seperti: ilmu kejawen, fengshui, dan supranatural.
Apabila dipandang dengan pendekatan sosiologi, sosiologi pengarang terdapat pada pengaruh latar belakang serta pengalaman sangat berpengaruh dalam pembuatan karya sastranya. Fira Basuki adalah alumni Pittsburg State University, Pissburg-Kansas, USA dan Wichita State University. Ia pernah bekerja di majalah Dewi, menjadi host pada CAPS-3 TV, Pissburg, Kansas dan sewaktu ada waktu senggang pernah menjadi presenter pada Radio Singapore International. Ia juga mempunyai suami orang Tibet.
Pengaruh sosiologi sastra terhadap karya sastra sangat terlihat dari aspek sosial pengarang. Berdasarkan data-data penulis dapat disimpulkan bahwa latar belakang tokoh June bisa jadi adalah latar belakang penulis sendiri. Namun, karyanya bukanlah utuh pengalaman pribadinya, melainkan juga hasil pengamatannya dan berbagai imajinasi yang ada di kepalanya. Dapat dikatakan bahwa latar belakang dan pengalaman penulis sangat berperan dalam karya-karya ini.
Bentuk kesusastraan dalam masyarakat sangat beraneka ragam. Berdasarkan tahun penerbitannya yaitu 2002, dapat dipastikan bahwa pada tahun tersebut, novel tenlit sedang berkembang pesat. Melalui novel ini Fira Basuki mencoba menghadirkan hal-hal baru dengan kelebihan informasi di dalam novel yang komplek.
Apabila dikaitkan dengan kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, penulis ingin menyampaikan masalah keluarga. Dengan latar belakang kehidupan di luar negeri, penulis mencoba memperkenalkan pembaca atau masyarakat terhadap kehidupan di luar negeri. Sesekali penulis juga mengangkat tema-tema atau suatu kejadian yang ada disekitarnya.
Melalui sastra, masyarakat dan merefleksikan gagasannya dan mengetahui berbagai bentuk kehidupan yang ada dilingkungan sekitar. Selipan ilmu pengetahuan di dalam novel juga memberikan manfaat bagi pembaca. Melalui masyarakat sendiri, sastra dapat berkembang dan memberikan pengaruh bagi kehidupan bermasyarakat.
Kekurangan dalam novel ini, June diceritakan sebagai wanita yang pintar, cantik, dan doyan selingkuh. Tentu saja hal ini dapat menimbulkan pengaruh negatuif bagi pembaca. Kehidupan June yang boros juga mampu mempengaruhi gaya hidup pembaca. Sehingga pembaca hendaknya tidak mudah terpengaruh.
Kelebihannya adalah Fira Basuki dapat menceritakan berbagai hal termasuk ilmu kejawen, supranatural, adat Tibet, dan kehidupan luar negeri dengan cerita. Tentu hal ini karena Fira Basuki telah melakukan riset terlebih dahulu. Dapat juga dikatakan, melalui novel ini pembaca menjadi tau tentang hal-hal tersebut.


DAFTAR PUSTAKA

Anisa, Hizra. 2009. Menganalisis Karya Sastra dengan Menggunakan Pendekatan Psikologis. www.scribd.com. Diakses tanggal 3 Januari 2012
Basuki, Fira. 2001. Jendela-Jendela. Jakarta: Gasindo
Basuki, Fira. 2002. Pintu. Jakarta: Grasindo
Basuki, Fira. 2002. Atap. Jakarta: Grasindo

|

Copyright © 2009 Alunan Tinta Biru All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.