0
Kritik Sastra
PENERAPAN PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA PADA NOVEL “ATAP” KARYA FIRA BASUKI
Berbeda dengan novel sebelumnya, Fira Basuki membuat cerita novel ini
adalah cerita para tokohnya sehingga alurnya menjadi maju-mundur mengikuti
cerita para tokohnya. Pembaca seperti ditarik ke dalam novel sebelumnya.
June dalam novel Pintu sempat mengalami beberapa masalah terhadap
hubungannya dengan suaminya, Jigme. June merasa bersalah dengan suaminya karena
telah selingkuh dengan teman baik Jigme, yaitu Dean. Perbuatannya itu membuat
hubungan persahabatan Jigme menjadi renggang. Beruntung Jigme mau memaafkan
kesalahan June itu.
Tak hanya masalah keluarga, dalam novel Atap ini diceritakan pula bahwa
June mengalami masalah pada pekerjaannya. June terpaksa berhenti dari
pekerjaannya di sebuah radio di Singapura karena tidak lagi menjadi pegawai
tetap. Dia merasa stress dan malu pada Jigme karena tidak mampu membantu
keuangan keluarga kecil mereka. Akhirnya June memutuskan untuk berlibur ke
Amerika Serikat tempat kuliahnya dulu untuk menghilangkan kepenatannya.
June merasa senang saat kembali ke Pitssburg, tempat kuliahnya dulu. Di sana ia mengenang
masa-masa kuliahnya. Tanpa disangka, Alice
mengingatkan June kepada Aji Saka, mantan kekasihnya. Alice mendorong June agar bertemu kembali
dengan Aji Saka. Benar saja, akhirnya June mencari Aji Saka hingga mereka pun
bertemu di kota Boulder .
Aji Saka mempersembahkan motel miliknya pada June. Di motel miliknya,
June menghabiskan liburannya bersama Aji Saka. June sadar bahwa ia masih
mencintai Aji Saka. Apalagi ketika Aji Saka telah berubah baik kepadanya dan memperlakukan
June seperti seorang putri. June sadar bahwa ia sekarang telah bersuami.
Apalagi ketika Jane mengingatkan June tentang Jigme. June akhirnya memutuskan
untuk pergi meninggalkan Aji Saka untuk selamanya
Kehidupan Bowo sendiri setelah menikah dengan Aida juga diwarnai
kehidupan yang berliku-liku. Pada novel Pintu, Bowo diceritakan telah terkena
kasus berkenaan pekerjaannya sebagai hackers untuk mafia Italia. Setelah bebas,
Bowo pulang ke tanah air dan membuat perusahaan sendiri dalam bidang komputer.
Bowo bertemu lagi dengan putri saat ia menjalin kerja sama dengan
perusahaan lain. Pertemuan itu membuat Bowo semakin yakin bahwa ia masih
mencintai Putri. Apalagi ketika ia tahu bahwa Putri mengidap menyakit kanker
rahim. Bowo melakukan berbagai macam cara untuk menyembuhkan Putri.
Aida mencium perubahan sikap suaminya itu. Bowo menjelaskan pada Aida
tentang masa lalunya bersama Putri. Bowo
juga minta izin pada Aida untuk menikah lagi dengan Putrid an Aida pun
mengizinkannya. Putri akhirnya menikah dengan Bowo sebagai istri yang kedua.
Pada saat Bowo rajin menemani dan merawat Putri dengan telaten, Aida
berselingkuh dengan Azri Mahkota, seorang pejabat negara. Hal ini tidak dapat
dimaafkan Bowo sehingga ia termaksa menceraikan Aida demi nama baik keluarga.
Jeliteng datang disaat Bowo sedang gelisah. Ia membawa kabar berita baik
bahwa ratu kidul akan mengirimkan doa untuk kesembuhan Putri. Hingga akhirnya
Putri sembuh dan memiliki keturunan.
Di akhir cerita, June mengetahui bahwa Mr. X yang selalu mengiriminya
puisi saat masih bekerja di radio adalah Ariel Sahi, teman dekatnya waktu itu.
Ariel mengagumi June tapi tidak berani untuk menyatakannya. June hanya
menganggap Ariel sebagai pengagum rahasianya. Ia telah berjanji untuk setia
pada Jigme. June akhirnya dikaruniai anak perempuan dan Bowo dengan Putri
dikaruniai anak laki-laki. Mereka pun bahagia setelah anak-anak mereka datang
membawa kebahagiaan tersendiri.
Secara keseluruhan, ketiga novel karya Fira Basuki ini mudah untuk
dicerna. Fira Basuki tidak menggunakan bahasa yang sulit sehingga ceritanya
terasa begitu mengalir. Fira tampak lancar dalam mengungkapkan gagasan dan
pikirannya. Fira juga melakukan riset terhadap berbagai ilmu yang ada dalam
ceritanya, seperti: ilmu kejawen, fengshui, dan supranatural.
Apabila dipandang dengan pendekatan sosiologi, sosiologi pengarang
terdapat pada pengaruh latar belakang serta pengalaman sangat berpengaruh dalam
pembuatan karya sastranya. Fira Basuki adalah alumni Pittsburg
State University ,
Pissburg-Kansas , USA
dan Wichita State University .
Ia pernah bekerja di majalah Dewi, menjadi host pada CAPS-3 TV, Pissburg , Kansas
dan sewaktu ada waktu senggang pernah menjadi presenter pada Radio Singapore
International. Ia juga mempunyai suami orang Tibet .
Pengaruh sosiologi sastra terhadap karya sastra sangat terlihat dari
aspek sosial pengarang. Berdasarkan data-data penulis dapat disimpulkan bahwa
latar belakang tokoh June bisa jadi adalah latar belakang penulis sendiri.
Namun, karyanya bukanlah utuh pengalaman pribadinya, melainkan juga hasil
pengamatannya dan berbagai imajinasi yang ada di kepalanya. Dapat dikatakan
bahwa latar belakang dan pengalaman penulis sangat berperan dalam karya-karya
ini.
Bentuk kesusastraan dalam masyarakat sangat beraneka ragam. Berdasarkan tahun
penerbitannya yaitu 2002, dapat dipastikan bahwa pada tahun tersebut, novel
tenlit sedang berkembang pesat. Melalui novel ini Fira Basuki mencoba
menghadirkan hal-hal baru dengan kelebihan informasi di dalam novel yang
komplek.
Apabila dikaitkan dengan kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat,
penulis ingin menyampaikan masalah keluarga. Dengan latar belakang kehidupan di
luar negeri, penulis mencoba memperkenalkan pembaca atau masyarakat terhadap
kehidupan di luar negeri. Sesekali penulis juga mengangkat tema-tema atau suatu
kejadian yang ada disekitarnya.
Melalui sastra, masyarakat dan merefleksikan gagasannya dan mengetahui
berbagai bentuk kehidupan yang ada dilingkungan sekitar. Selipan ilmu
pengetahuan di dalam novel juga memberikan manfaat bagi pembaca. Melalui
masyarakat sendiri, sastra dapat berkembang dan memberikan pengaruh bagi
kehidupan bermasyarakat.
Kekurangan dalam novel ini, June diceritakan sebagai wanita yang pintar,
cantik, dan doyan selingkuh. Tentu saja hal ini dapat menimbulkan pengaruh
negatuif bagi pembaca. Kehidupan June yang boros juga mampu mempengaruhi gaya hidup pembaca.
Sehingga pembaca hendaknya tidak mudah terpengaruh.
Kelebihannya adalah Fira Basuki dapat menceritakan berbagai hal termasuk
ilmu kejawen, supranatural, adat Tibet , dan kehidupan luar negeri
dengan cerita. Tentu hal ini karena Fira Basuki telah melakukan riset terlebih
dahulu. Dapat juga dikatakan, melalui novel ini pembaca menjadi tau tentang
hal-hal tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Anisa,
Hizra. 2009. Menganalisis Karya Sastra
dengan Menggunakan Pendekatan Psikologis. www.scribd.com. Diakses tanggal 3
Januari 2012
Basuki,
Fira. 2001. Jendela-Jendela. Jakarta : Gasindo
Basuki,
Fira. 2002. Pintu. Jakarta : Grasindo
Basuki, Fira. 2002. Atap.
Jakarta :
Grasindo