0

Kuliah VS Part-time

Posted by Alinda on 2:03 PM in
Kuliah sambil kerja emang udah hal yang biasa. Terutama mahasiswa tingkat akhir. Biasanya jadwal kuliah teori di kelas udah dikit atau malah udah bebas teori. Tinggal nylesein skripsi. Makanya beberapa diantara mereka suka nyari kerjaan part-time.

Part-time adalah pekerjaan paruh waktu. Buat sampingan doang. Kerjaan ini macem-macem, bisa pramusaji, pramuniaga, operator warnet/game online, marketing, dan masih banyak lagi. Tinggal kita sukanya aja. Biar enjoy jalaninnya. 

Kalau mau kerja part-time, pertimbangkan beberapa hal berikut ini:
1. Waktu kerja
Usahakan waktu kerja nggak ganggu kuliah kita, cari yang fleksibel. Jangan lupa sisihkan waktu untuk istirahat karena ini penting, mutlak. 
2. Lingkungan kerja
Lingkungan kerja yang menyenangkan akan membuat pekerjaan kita lebih mudah diselesaikan. Terutama karyawan yang ramah, atasan yang care dan baik.
3. Orang-orang yang kita sayangi
Kita hidup nggak cuma kerja dan kuliah, kita masih punya orang-orang disekitar kita (rang tua, saudara, temen, pacar, kenalan, dll). Sisihkan waktu juga buat mereka. Walaupun cuma lewat sms. Tunjukkan kalau kita care sama mereka. Supaya mereka merasa kalau masih dianggep.
4. Tugas kuliah
Kalau udah kerja part-time, satu hal ini jangan lupa. Bagaimana pun, utamakan kuliah. Jangan sampai kuliah kita berantakan karena keasikan kerja. Inget, kalau orang tua ingin kita cepet lulus!
5. Siap mental
Kuliah sambil kerja itu bukan hal yang mudah. Sulit jalaninnya, apalagi bagi waktunya. Harus sabar, tekun, dan siap terima konsekuensi. Entah masalah kerjaan atau kuliah. Jangan bawa masalah pribadi dalam kerjaan ataupun saat kita sedang di kelas. Profesionalitas itu penting.

Lebih asik kalau kerja itu seperti hiburan. Jadi disaat kita sedang suntuk dengan rutinitas sebagai mahasiswa, kita bisa kembali ceria sepulang kerja. Salam semangat!!! ^^

|
1

10 Tipe Penghuni Warnet yang Gokil

Posted by Alinda on 6:35 PM in

Beberapa tipe user warnet paling dominan yang sering berkunjung ke warnet adalah:
1. Pemalu
User ini biasanya malu buat masuk ke warnet sendirian. Setiap ke warnet pasti berdua, bertiga atau bergerombol dan sebelum masuk pakai diskusi, dorong-dorongan, cubit-cubitan, tarik-tarikkan biar salah satu dari mereka ada yang masuk terlebih dahulu.

2. Cuek Bebek
Tipe ini yang bikin operator ngerasa nggak dihargai. Mereka masuk tanpa tanya dulu ke OP kompi mana yang kosong. Alhasil kalau warnet lagi penuh mereka tanya, "Kompinya lagi penuh ya bang?" sebagai OP yang baik dan harus bersikap ramah tamah, tetap jawab "iya" meskipun dalam hati kesel dan pengen bilang, "makanya kalau masuk tanya dulu". Atau bahkan parahnya mereka dari masuk sampai keluar nggak nyapa kalau warnet lagi penuh, "Emang gue segede ini nggak keliatan?".

3. Orang Tersesat
Pertama kali masuk warnet dia tanya, "Mbak,ini warnet ya?" padahal udah jelas di depan ada banner bertuliskan WARNET. Setelah masuk bilik, tanya lagi, "Mbak,ngidupinnya gimana?" Duh...nih orang pernah pake komputer nggak sih?. Setelah beberapa saat dia tanya lagi, "Mbak, ngesavenya dimana kalau mau ngeprint?". Langsung deh OP meluncur buat ngajarin karena user keliatan bener-bener kebingungan.

4. Bokepers
Dari namanya aja udah keliatan kalau dia user yang hobi buka video porno plus download. Tipe ini biasanya merugikan pengunjung lain terutama gamers karena sering ngelag. Kalau sampai ada yg komplain, langsung aja deh OP bertindak, lakukan Kill and Destroy kalau di kompi server nggak instal NetCut. Kalau masih bandel juga, pake cara kasar dengan merestart kompi yang dipake bokepers. Nanti pas mau bayar, dia paling tanya, "Mbak, kok tadi restart ndiri ya?"

5. Mesumers
Tipe ini nggak beda jauh sama tipe sebelumnya karena yang dibuka pasti bukan video religi, melainkan bokep. Biasanya mereka berpasangan dan yang pasti belum nikah. Mungkin mereka sedang mempelajari dan mendalami untuk dipraktekkan dilain kesempatan. Atau bahkan dipraktekkan langsung.


|
4

Saat Kau Mencintaku

Posted by Alinda on 6:38 PM in
Raga tak berkutik saat cinta menggenggam hati
Mendekap dan membawaku padamu
Menuai rasa yang saling menyatu

Apakah aku mencinta?
Ataukah hanya terpesona?

Sejenak hati meresapi
Sejenak hati mencari
Kau mengikatku dengan hatimu
Mendampingi hariku dengan cintamu
Hingga hati tak mampu meragu

Inikah kisahku yang baru?
Merenggut kisah lamaku
Tak sepadan namun begitu berarti
Bila memang ini kesungguhanmu
Jangan lepaskan aku tuk mencintaimu

|
0

Maksud Kamu Apa, Zen?

Posted by Alinda on 9:51 PM in

Senja sore ini sangat indah sekali. Langit yang kemerah-merahan mengiringi kepergian sang mentari. Aku termangu memandangnya dari jendela. “Nanti malam pasti indah.” ucapku pelan. Tiba-tiba aku teringat Zen. Aku bergegas menelponnya.
“Zen, ntar malam bisa temenin aku liat bintang?” tanyaku dengan penuh harap.
“Lain waktu aja ya...nanti malam aku ada janji ma temen.” jawab Zen lembut.
“Oh...ya udah, ga papa. Kalau gitu aku ajak Ivan aja ya?” tanyaku meminta pendapat.
“Kenapa nggak nunggu aku ada waktu luang? tapi kalau kamu udah nggak sabar, terserah. Aku nggak berhak larang kamu pergi sama siapa aja.” jawab Zen terdengar ketus.
“Nada bicara kamu kok jadi berubah? Ya udah, liat bintangnya kalau kamu ada waktu luang aja.” tanpa mengucapkan kata pamit, kututup telepon itu.
Sudah kuduga Zen akan menolak lagi, ini adalah kesekian kalinya dia menolak ajakanku untuk melihat bintang. Banyak alasannya, ada janji ma temen, lagi ga enak badan, harus ngerjain tugas kuliah, de el el.
Namun, aku heran. Kenapa dia selalu ketus kalau aku bilang mau pergi sama cowok lain. Cemburukah?
***
Di bawah langit malam,
Tak ada rotan akar pun jadi. Tak ada teman, sendiri pun jadi. Aku tak bisa menahan langkahku untuk tidak keluar rumah. Rupanya ribuan bintang telah menantiku di atas sana. Bahkan bintang favoritku hampir tak kukenali.
Indah sekali malam ini. Beberapa rasi bintang nampak berlomba-lomba untuk menjadi yang paling terang. Aku tersenyum melihatnya. Seolah aku mengerti apa maksud mereka.
Maksud?? ya, selama ini aku merasa dipermainkan oleh maksud. Sebuah maksud dari sikap yang kurasa tak biasa. Bukan sikap seorang teman, tapi juga bukan sikap seorang kekasih. Aku tak mengerti apa yang dimaksud oleh teman baikku, Zen.
Perhatiannya padaku begitu berlebihan menurutku, bahkan tak sekali aku menerima kecupan dan pelukan darinya. Apalagi jika pikirannya sedang kacau. Dia akan datang padaku, dengan wajah muram yang selalu bisa kutebak.
“Sayang sekali, malam ini tak ada Zen di sampingku. Seandainya saja dia ikut melihat indahnya bintang malam ini.” ucapku lirih pada keheningan.
***


|
0

Menunggu Raga

Posted by Alinda on 9:32 PM in
Terasing 
Sendiri 
Terasing sendiri 
Dalam putaran waktu 
Tak mengenal dan tak dapt kukenal 

Bukankah ombak berdebur ktika mnyapa tepian? 
Tapi mngapa kbisingan jstru membuatku muak? 

Kesepian 
Terpenjara 
Kesepian terpenjara oleh sebuah tanya 
Bukan seru ataupun titik 
Kemelut otak teracuni oleh suasana 
Membanting tubuh dan menutup diri 

Aku hanya ingin kedatanganmu

|

Copyright © 2009 Alunan Tinta Biru All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.