0

Sepotong Serpihan Lara

Posted by Alinda on 9:09 PM in
Sayatan luka kembali memerih
Meregang nyawa tak hanya sekali
Raga terbujur memandang belati
Mendongak merajam hati
Tak peduli dan tak peduli

Jika memang hati termiliki
Mengapa diam merajah hari
Hingga waktu membuatku letih

Sayatan...goresan..
Bersangkar pada hati yang terbakar
Penuh akan jeritan yang tak terdengar
Disetiap aliran darah
Meluas merasuk jiwa

KAU...
Kebohongan begitu lekat di wajahmu
Bak topeng menuai sembilu
Membawa pedang tuk hatiku
Menikam saat kutertipu

KAU...
Pergilah demi keutuhan hatimu
Jangan menoleh tuk tinggalkan perasaanmu

|
0

Uraian Kata Saat Malam

Posted by Alinda on 5:03 PM in

Sajak mendayu ditengah gemerisik kota
Hanya terdengar lirih....teriris
Sayup sinar merekah ditengah malam
Namun itu hanya sebuah pancaran
Bukan kilauan ataupun gemerlap malam

Rintihan tak lagi trdengar
namun tangisan jelas terpancar
lewat tetesn air mata
Setetes mungkin tak bermakna
Namun cukup mewakili beribu rasa

Arahan kata penyejuk sukma
hanya terngiang tak tertembus makna
berlalu dan tak kembali

Seperti biasa
langit malam mnyapaku dngan awan tipis yg mengelana
Pancaran rembulan menyejukkn stiap tatapan
Ditambah satu dua bintang bergantungan
Menyelip diantara lembaran hitam

Tenang.....
Setelah kunikmati malam ini
Berhadapan tanpa penghalang
Dan kuakhiri dengan memejamkan mata

|

Copyright © 2009 Alunan Tinta Biru All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.