0
Psikolinguistik
KONSEP
PSIKOLINGUISTIK
Secara etimologi psikolinguistik berasal
dari kata psikologi dan lingustik. Psikologi secara lazim diartikan sebagai
ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Linguistik merupakan ilmu yang
objek kajiannya adalah bahasa. Meskipun kedua ilmu itu berbeda, tapi keduanya
sama-sama meneliti bahasa sebagai obbjek formalnya. Hanya objek materinya yang
berbeda, linguistik mengkaji struktur bahasa dan psikologi mengkaji perilaku
berbahasa (Chaer, 2009:5).
Caron (1992) menyatakan, psycolinguistics
as the experimental study of the psychological processes through which a human
subjek acquires and implements the system a natural language.
Psikolinguistik mencoba menerangkan
hakikat struktur bahasa, dan bagaimana struktur ini diperoleh, digunakan pada
waktu bertutur,dan pada waktu memahami kalimat-kalimat dalam pertuturan itu. Dalam
prakteknya, psikolinguistik mencoba menerapkan pengetahuan psikologi dan
linguistik untuk menangani masalah-masalah seperti pengajaran dan pembelajaran
bahasa, penyakit bertutur, dan masalah-masalah sosial lain yang menyangkut
bahasa.
Psikolinguistik berkembang menjadi
beberapa subdisiplin berikut ini.
1.
Psikolinguistik teoritis, membahas
teori-teori bahasa yang erkaitan dengan proses-proses mental manusia dalam
berbahasa.
2.
Psikolinguistik perkembangan, berkaitan
dengan proses pemerolehan bahasa (fonologi, semantic, dan sintaksis).
3.
Psikolinguistik sosial, yang berkaitan
dengan aspek-aspek sosial berbahasa.
4.
Psikolinguistik pendidikan, mengkaji
aspek-aspek pendidikan secara umum dalam pendidikan formal sekolah.
5.
Psikolinguistik-neurologi, mengkaji
hubungan antara bahasa, berbahasa, dan otak manusia.
6.
Psikolinguistik eksperimen, meliput dan
melakukan eksperimen dalam semua kegiatan bahasa dan berbahasa.
7.
Psikolinguistik terapan, berkaitan
dengan penerapan dari temuan-temuan enam subdisiplin dii atas.
Pokok
bahasan dalam psikolinguistik erat kaitannya dengan kegiatan proses
belajar-mengajar.
