0
Frasa
Posted by Alinda
on
8:12 PM
in
Materi Bahasa Indonesia
Menurut KBBI, frasa adalah gabungan kata yang bersifat nonpredikatif. Maksudnya nonpredikatif adalah salah satu unsurnya tidak menduduki predikat.
Contoh: anak kecil, akan belajar, kakek nenek
Frasa tersebut hanya menduduki satu fungsi kalimat saja. Perhatikan contoh kalimat berikut.
Kami (S) akan menempati (P) rumah baru (O).
Pada kalimat tersebut, unsur kalimat yang berupa gabungan kata adalah akan menempati dan rumah baru. Jadi, kalimat tersebut terdiri atas dua frasa.
Jenis Frasa
A. Frasa Endosentris
Frasa endosentris adalah frasa yang salah satu komponenya memiliki perilaku yang sama. Artinya, salah satu frasa tersebut dapat menggantikan komponen keseluruhan.
Contoh: Beni sedang makan pisang.
Komponen membaca dapat diganti dengan frasa sedang membaca tanpa mengubah makna tersebut.
Frasa endosentris dibagi menjadi tiga macam.
1. Frasa Koordinatif
Frasa koordinatif memiliki kedudukan sama. Di antara frasa tersebut dapat disisipi kata dan/atau.
Contoh: kakek nenek
buta tuli
senasib sepenanggungan
2. Frasa Subordinatif/Bertingkat
Frasa bertingkat memiliki kedudukan yang tidak sama. Frasa ini terdiri atas inti frasa dan penjelas.
Contoh: telah pergi (inti frasanya pergi)
sepasang merpati putih (inti frasanya merpati)
Berdasarkan jenis kata pada inti frasa, frasa dibedakan menjadi:
a. Frasa Verba (inti frasa berupa kata kerja)
Contoh: akan datang, sedang tidur
b. Frasa Nomina (inti frasa berupa kata benda)
Contoh: seikat bunga mawar, rumah baru
c. Frasa Adjektiva (inti frasa berupa kata sifat)
Contoh: sangat baik, indah sekali
d. Numeral (inti frasa adalah kata bilangan)
Contoh: dua lusin, dua lembar, rumah ketiga
B. Frasa Eksosentris
Frasa eksosentris adalah frasa yang salah satu komponennya memiliki perilaku yang tidak sama. Frasa ini tidak memiliki unsur pusat/inti frasa. Ada dua jenis:
1. Frasa Direktif
Frasa direktif ditandai dengan adanya preposisi/kata depan. Contoh: di rumah, ke pelabuhan, dari sekolah
2. Frasa Nondirektif
Frasa nondirektif ditandai dengan adanya artikula (si, sang) atau kata lain, seperti para, yang, kaum. Contoh: para wanita, kaum urban.

Post a Comment